Logo Bloomberg Technoz

"Sebagian besar perusahaan kembali ke kantor, bekerja dari kantor full time membantu menyerap supply yang udah over ini. Membantu menyerap supply yang begitu banyak, baik di segitiga emas ataupun yang di non-CBD," tambahnya.

Kata Bagus, kemungkinan oversupply gedung perkantoran tidak ada lagi kecuali di dua lokasi seperti sekitaran Sudirman dan pembangunan Gedung Indonesia 1 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Di luar dua itu tidak akan ada lagi, menurut perkiraan kita. Developer yang berani bangun gedung baru, karena memang oversupply ini mesti di-balance dengan peningkatan demand. Jadi kita berharap demand perkantoran semakin banyak, sehingga akan mengejar supply yang udah begitu banyak," jelasnya.

Colliers memperkirakan di tahun 2026 permintaan kantor akan meningkat. Hal ini disebabkan karena kebijakan WFH yang ditiadakan, banyak perusahaan yang melakukan ekspansi dan berujung akan merekrut pegawai baru.

"Tahun 2026, mungkin permintaan kantor akan meningkat, dan kemudian 2027-2028 semakin meningkat. Supply yang cuma ada dua gedung yang tidak bisa disebutkan limited, sehingga mau tidak mau akan terjadi condition balance antara supply sama demand. Itu bisa meningkatkan occupancy rate, dan juga meningkatkan harga sewa," pungkasnya.

Pada kuartal III-2025, Colliers mencatat tingkat okupansi ruang kantor di central business district (CBD) tumbuh tipis menjadi 75,3% dari 74,8% pada kuartal II-2025 dan 73,0% pada kuartal III-2024.

Di area luar CBD, tingkat okupansi justru turun menjadi 69,3% dari posisi 71,0% pada kuartal II-2025 dan 70,0% pada kuartal III-2024.

(ell)

No more pages