Sebagai informasi, sebelumnya beredar deretan konglomerat yang berkomitmen dalam penerbitan patriot bond. Dalam dokumen yang beredar tersebut, tercatat total komitmen sebesar Rp51,75 triliun. Sejumlah konglomerat papan atas justru mengambil posisi jumbo, yakni senilai Rp3 triliun. Mereka antara lain Antony Salim (Salim & DCI), Prajogo Pangestu (Barito), Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya), Franky Widjaja (Sinar Mas), Boy Thohir dan Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga), Budi Hartono (Djarum), serta Low Tuck Kwong (Bayan Resources).
Selain nama-nama tersebut, ada pula sejumlah konglomerat yang masuk dengan porsi menengah. James Riady (Lippo) berkomitmen Rp1,5 triliun, Hilmi Panigoro (Amman Mineral) Rp1,5 triliun, Gunawan Lim (Harita) Rp1,5 triliun, dan Eddy Sariaatmadja (Emtek Group) Rp1,5 triliun.
Beberapa nama lain juga muncul dengan kontribusi yang lebih kecil, seperti Arif Rachmat (Triputra) dengan Rp750 miliar, Alexander Tedja (Pakuwon) Rp1,1 triliun, William Katuari (Wings) Rp1,1 triliun, hingga Martua Sitorus (KPN) dengan Rp1 triliun.
(dhf)



























