Logo Bloomberg Technoz

DPR Kritik BGN Soal Sertifikat Higeinis: Jangan Diperjual Belikan

Dinda Decembria
02 October 2025 09:00

Kepala BGN, Dadan Hindayana saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kepala BGN, Dadan Hindayana saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan Sertifikat Laik Higienis Sehat (SLHS) bagi penyelenggara Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan oleh lembaga independen. 

Hal tersebut langsung menuai kritikan dari anggota DPR Fraksi NasDem, Irma Chaniago, terkait rencana BGN membuat lembaga sertifikasi sendiri. Ia memperingatkan bahwa jika dikelola BGN sendiri, sertifikat bisa dijual-beli seperti kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja yang menyeret Noel ke KPK.

“Kalau Bapak bikin lembaga sertifikasi, nanti diduitin lagi, Pak. Yakin saya. Sertifikat higienis bisa dijual antara Rp5 juta sampai Rp10 juta per lembar,” kata Irma dalam rapat kerja, dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (01/10).


Irma menekankan kontrol sertifikasi sebaiknya dilakukan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan di daerah. Dengan begitu, tanggung jawab tidak hanya menumpuk di BGN, tetapi dibagi secara kelembagaan agar lebih transparan dan aman bagi anak-anak.

“Kalau BGN lagi yang bikin ya jeruk makan jeruk. Kata Bapak bagus, tapi akhirnya enggak jadi bagus. Mohon maaf, Pak. Jangan cuman sertifikasi kertas. Nanti anak-anak bisa keracunan lagi, dan kalau itu terjadi, saya yakin Bapak bisa dipecat Presiden,” tegasnya.