Logo Bloomberg Technoz

Trump menuduh pendahulunya, Joe Biden, tidak melakukan apa pun untuk "menegakkan" kesepakatan pembelian kedelai yang termasuk dalam perjanjian perdagangan Fase Satu dengan China pada masa jabatan pertamanya. Dia juga mengulang usulannya untuk menggunakan pendapatan tarif guna mendanai paket bantuan yang belum diumumkan bagi para petani yang kesulitan.

"Semuanya akan berjalan dengan sangat baik. SAYA MENCINTAI PARA PATRIOT KITA, DAN SETIAP PETANI ADALAH PATRIOT SEJATI!" tulis Trump. "JADIKAN KEDELAI DAN TANAMAN LAINNYA HEBAT LAGI!"

Sebagai pembeli kedelai terbesar dunia, China memiliki pengaruh besar terhadap pasar global. Kini, China kembali menggunakan taktik lama, yaitu menahan pembelian kedelai AS—yang digunakan selama perang dagang pertama di bawah kepresidenan Trump—saat kedua negara menjalani gencatan senjata yang rapuh.

Data Departemen Pertanian AS menunjukkan China belum memesan satu pun kargo hingga 18 September, berminggu-minggu setelah musim pemasaran baru dimulai—pertama kali dalam catatan sejak 1999. Tahun lalu, AS menyumbang seperlima dari impor kedelai China, senilai lebih dari US$12 miliar, dan menyumbang lebih dari separuh total nilai ekspor kedelai AS.

AS dan China saat ini dalam fase gencatan senjata dagang yang akan berakhir pada November, di mana kedua negara saling menurunkan tarif dan kontrol ekspor lainnya. Trump berbicara dengan Xi awal bulan ini untuk mempersiapkan diskusi APEC pada akhir Oktober—pertemuan tatap muka di mana perdagangan diperkirakan menjadi topik utama.

Komentar Trump muncul sehari setelah para senator Republik mengungkapkan kekecewaan setelah bertemu dengan Duta Besar AS untuk China David Perdue. Mereka mengatakan Beijing tidak akan melanjutkan impor produk pertanian AS dalam waktu dekat, dan tidak ada solusi yang jelas selain bailout (dana talangan) yang hanya akan membantu dalam jangka pendek. 

Rencana Trump menggunakan dana tarif untuk membantu petani akan berisiko. Tarif yang diberlakukan secara luas oleh Trump melalui wewenang darurat telah dinyatakan ilegal oleh pengadilan rendah. Jika Mahkamah Agung menguatkan putusan tersebut, pemerintah AS mungkin harus mengembalikan puluhan miliar dolar dalam bentuk pengembalian dana.

Komunitas pertanian AS, yang sebagian besar memilih Trump pada 2024, mengalami kesulitan ekonomi selama masa jabatan keduanya. Pasalnya, pasar ekspor komoditas pertanian mengering akibat perang dagang dan program jaring pengaman sosial federal telah menyusut. Hal ini menciptakan potensi kerentanan politik bagi rekan-rekan Trump dari Republik menjelang Pemilu paruh waktu tahun depan.

(bbn)

No more pages