Komoditas penyumbang ekspor lainnya ke negara tirai bambu tersebut adalah bahan bakar mineral yang berkontribusi sebesar 14,61% atau sebesar Rp5,91 miliar serta nikel dan barang daripadanya yang menyumbang US$4,59 miliar atau ekuivalen dengan 11,35% terhadap total ekspor Indonesia ke China.
Sementara itu, ekspor non-migas ke Amerika Serikat mencapai US$20,6 miliar, atau 11,7% dari total keseluruhan ekspor Indonesia di periode Januari hingga Agustus 2025. Ekspor Indonesia didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik yang berkontribusi sebesar US$3,79 miliar. Angka ini ekuivalen dengan 18,37% dari total keseluruhan ekspor Indonesia ke AS.
Sementara itu, ekspor pakaian dan aksesorisnya (rajutan) mencatatkan kontribusi sebesar US$5,91 miliar atau setara dengan 18,37% dari total ekspor Indonesia ke negeri Paman Sam. Ekspor alas kaki punya kontribusi sebesar US$1,86 miliar atau ekuivalen dengan 8,98% dari total ekspor Indonesia ke AS.
Ekspor non-migas Indonesia ke India mencapai US$12,59 miliar atau sebesar 7,15% dari keseluruhan ekspor RI di sepanjang Januari hingga Agustus 2025, yang utamanya disumbang oleh bahan bakar mineral yang berkontribusi sebesar US$3,69 miliar.
Sementara itu, lemak dan minyak nabati/hewani menempati peringkat kedua ekspor RI ke negara ini dengan nilai ekspor sebesar US$2,73 miliar atau sebesar 21,71%. Besi dan baja juga menjadi penopang ekspor RI ke India dengan total ekspor sepanjang Januari hingga Agustus 2025 sebesar US$1,08 miliar atau ekuivalen dengan 8,59% dari total ekspor RI ke India.
(ell)



























