Logo Bloomberg Technoz

Sebagai informasi, selain di Facebook dan Messenger, fitur Teen Accounts juga telah tersedia di Instagram di Indonesia. Philip menerangkan, semua anak di bawah 18 tahun akan otomatis masuk ke dalam akun remaja, namun terdapat sedikit pembeda antara anak di bawah 16 tahun dan 18 tahun.  

Untuk anak di bawah 16 tahun, tutur dia, jika mereka ingin mengubah pengaturan (setting), harus mendapatkan persetujuan dari orang tuanya. “Jadi misalnya, setting-nya pengen dibuat less restrictive, itu bisa, [namun] harus minta persetujuan dari orang tua,” sambung Philip.

“Atau misalnya saya pengen bisa berhubungan dengan orang di luar lingkaran pertemanan saya untuk dapat message, misalnya. Karena itu harus mendapatkan persetujuan dari orang tua,” kata dia.

Sementara bagi anak yang berusia 17-18 tahun, Philip menyebut mereka tak perlu persetujuan orang tua dan bisa mengubah pengaturannya sendiri. Akan tetapi, apabila mereka menginginkan tetap berada dalam perlindungan ekstra juga bisa.

“Karena tentunya di usia segitu, mereka udah mau mendekati usia kuliah ya, jadi udah kemungkinan mereka akan keluar dari rumah kan, lebih bebas,” kata Philip.

Diberitakan sebelumnya, Meta Platform Inc. menyatakan pentingnya keterbukaan dan proses yang inklusif dalam penyusunan kebijakan digital, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak dan remaja dalam penggunaan medsos. Hal ini diungkapkan menyusul disahkannya PP Tunas.

Direktur Kebijakan Publik Meta Platfoms Inc. untuk Asia Tenggara, Rafael Frankel menegaskan pihaknya tak menolak regulasi terkait medsos, tetapi menggarisbawahi perlunya ada keterlibatan publik sejak awal agar kebijakan yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif. 

“Kami berharap ada proses yang lebih baik dan lebih transparan. Sebagai contoh, peraturan tersebut [pembatasan medsos anak] tidak pernah dirilis untuk konsultasi publik sebelum disahkan,” kata Frankel kepada Bloomberg Technoz, Jakarta, Rabu (16/4/2025).

(far)

No more pages