Dalam perkembangannya, pasca insiden data telah bocor. Meski tidak menjelaskan rinci, juru bicara JLR menyatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan forensik dan “kami akan menghubungi siapa pun yang relevan jika ditemukan bahwa data mereka terpengaruh.”
Pemasok komponen JLR juga terkena imbas atas insiden siber, dimana beberapa dari mereka terpaksa menghentikan atau mengurangi produksi seperti dialami Eberspächer Gruppe GmbH & Co., juru bicara perusahaan, Anja Kaufer menegaskan dikutip dari Bloomberg News.
Aktivitas siber yang mengganggu merupakan jalan terjal baru JLR, setelah penurunan laba pada kuartal terakhir. Perusahaan tersebut sementara menghentikan pengiriman ke AS setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi.
Pada peringkat kedua sektor sektor yang paling sering menjadi sasaran serangan siber adalah keuangan dan asuransi, disusul jasa layanan bisnis, kemudian energi pada urutan keempat.
Berikut urutan lengkap sektor paling rawan incaran hacker:
-
Manufaktur skor 26%
-
Keuangan dan asuransi skor 23%
-
Jasa layanan bisnis skor 18%
-
Energi skor 10%
-
Transportasi 7%
-
Ritel 5%
-
Layanan kesehatan 5%
-
Pemerintah 3%
Jika berdasarkan wilayah, Asia Pasifik adalah langganan ancaman siber paling tinggi dengan peningkatan sebesar 13%, efek dari posisinya sebagai pusat teknologi dan manufaktur. Pelaku serangan di dunia maya juga menggunakan AI, memanfaatkan deepfakes dalam serangan phishing.
“Kami juga mengamati aktor ancaman menggunakan AI generatif untuk membuat email phishing dan menulis kode berbahaya,” tulis laporan tersebut. “Jumlah infostealer yang dikirim melalui email phishing setiap minggunya naik 84%. Secara tahunan, X-Force melihat peningkatan infostealer yang dikirim melalui email phishing dan serangan phishing kredensial.”
(red/wep)





























