Hal ini terjadi usai terjadi polemik di Pangkalan Udara TNI AU Hali Perdanakusuma. Pada saat itu, Presiden Prabowo Subianto berkenan memberikan tanggapan terhadap pertanyaan wartawan usai dirinya menuntaskan kunjungan kerja luar negeri di Amerika dan Eropa.
Para jurnalis, pemegang ID Kepresidenan, kabarnya telah mendapat instruksi dari Biro Pers agar hanya bertanya kepada Prabowo soal kunjungan kerjanya di Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda.
Akan tetapi, Diana justru melontarkan pertanyaan tentang tanggapan Prabowo sebagai presiden dan pencetus program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap maraknya kasus keracunan makanan yang dialami penerima manfaat. Saat ini, kasus tersebut memang butuh perhatian khusus terutama Prabowo sebagai presiden.
Prabowo sebenarnya memberikan tanggapan kepada Diana dan para wartawan lainnya, termasuk soal kasus keracunan makanan. Bahkan, dia memastikan akan segera meminta laporan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, Biro Pers menilai Diana melakukan pelanggaran. Mereka pun menarik ID Kepresidenan jurnalis tersebut dengan dalih tak memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan yang seharusnya dimiliki dan dipatuhi wartawan yang ingin meliput kegiatan presiden.
(dov/frg)





























