Namun, prospek itu terganggu setelah AS mengenakan tarif tambahan terhadap India.
Penyelidikan ini dipicu tuduhan American Alliance for Solar Manufacturing Trade Committee bahwa Waaree melabeli ulang sel surya asal China seolah-olah berasal dari India untuk menghindari tarif atas produk surya China.
Waaree belum memberikan komentar atas permintaan Bloomberg di luar jam kerja kantor India.
Produsen surya AS telah lama mendorong tarif lebih tinggi atas peralatan fotovoltaik impor yang dinilai disubsidi secara tidak adil dan dijual murah di pasar AS, salah satu yang terbesar di dunia.
Pada Agustus, Departemen Perdagangan AS meluncurkan investigasi baru terkait modul dari Indonesia, Laos, dan India setelah ada pengaduan dari produsen domestik.
Sebelumnya tahun ini, tarif tinggi sudah dikenakan pada peralatan surya dari Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand.
(bbn)






























