Logo Bloomberg Technoz

Cara Atasi Keracunan Massal, IDAI Tekankan Edukasi & Sanitasi

Muhammad Fikri
26 September 2025 10:36

Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di SPPG Pamerah, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di SPPG Pamerah, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya langkah cepat dan tepat dalam menanggulangi kasus keracunan massal, termasuk yang terjadi di sekolah atau fasilitas umum seperti kantin makan bersama (MBG).

Dokter Spesialis Anak IDAI, Yogi Prawira, menjelaskan bahwa pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan anak yang mengalami gejala keracunan.

“Jangan beraktivitas dulu agar tubuh punya kesempatan untuk recovery,” ujar Yogi dalam konferensi pers IDAI, Kamis (25/9/2025)


Yogi menambahkan bahwa asupan cairan tetap harus diberikan meski pasien muntah, dengan porsi kecil namun sering. “Bisa menggunakan air putih atau oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang,” katanya.

Setelah kondisi muntah atau diare mereda, anak dianjurkan mengonsumsi makanan lembut seperti bubur, pisang, atau roti, sambil menghindari makanan pedas, kopi, dan susu. Yogi menegaskan bahwa obat penghenti diare tidak disarankan karena dapat menghambat pengeluaran bakteri atau toksin dari tubuh.