Logo Bloomberg Technoz

Sentimen bearish di pasar SUN sudah berlangsung beberapa perdagangan terakhir di tengah kekhawatiran pasar yang meningkat, terutama dari para pemodal asing, menyoal risiko fiskal ke depan dan nasib independensi Bank Indonesia.

Pelemahan rupiah makin dalam di mana pada pagi ini, rupiah menyentuh level terlemah sejak April silam di posisi Rp16.754/US$ pada pukul 9:32 WIB. Di pasar offshore, rupiah NDF sudah bergerak di kisaran Rp16.795/US$ pagi ini. Padahal laju dolar AS di pasar global cenderung melemah dengan DXY bergerak di 97,79, melemah 0,08% pagi ini.

Premi risiko investasi di Indonesia yang terlihat dari pergerakan Credit Default Swap (CDS) pagi ini juga terus naik menyentuh level 81,83%, tertinggi sejak akhir Juni lalu.

Tekanan yang di pasar surat utang, akhirnya turut menjalari pasar saham. IHSG yang sudah mencetak reli empat hari perdagangan beruntun dan pagi ini masih dibuka di zona hijau, akhirnya terjungkal dengan penurunan 0,86% di level 8.058 pada pulul 09:26 WIB.

Asing hengkang

Pemodal asing terindikasi terus mengurangi posisi kepemilikan surat utang mereka di pasar Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, aksi jual asing di SBN berlangsung makin masif sejak terjadi pekan awal bulan ini.

Per data 18 September, posisi asing di SBN makin menurun di level Rp918,47 triliun. Turun Rp35,38 triliun selama bulan ini saja (month-to-date).

Gelagat asing yang terus mengurangi posisi di SBN, diduga banyak didorong oleh langkah kewaspadaan akan prospek pengelolaan keuangan negara ke depan, berikut arah kebijakan ekonomi keseluruhan Indonesia yang pada akhirnya membayangi daya tarik surat utang pemerintah di masa depan.

"Kesehatan fiskal sudah menjadi salah satu kekhawatiran investor. Ketidakpastian baru akan menambah kehati-hatian di pasar," komentar Jeffrey Zhang, Ahli Strategi Pasar Berkembang di Credit Agricole di CIB Hong Kong, dikutip dari Bloomberg News.

Sebelum kesepakatan Banggar dan Kemenkeu diumumkan perihal batas defisit fiskal RAPBN 2026 pada Jumat lalu, investor nonresiden sudah mulai mengurangi posisi ketika keluar kabar rencana revisi regulasi yang mengatur mandat Bank Indonesia dan mekanisme evaluasi berkala oleh parlemen terhadap jajaran pejabat utama bank sentral pada Selasa pekan lalu.

"Kredibilitas otoritas moneter Indonesia sudah di posisi 'slippery slope', dan jika parlemen menghapus batas defisit fiskal 3%, penurunan bisa semakin tajam," kata Tamara Mast Henderson, ekonom Bloomberg Economics, dalam catatannya.

(rui)

No more pages