Logo Bloomberg Technoz

Begitu juga di Banten, hanya terdapat 4 SPBU Shell yang masih menyediakan BBM jenis Shell Super. Sementara itu, di Jawa Barat, hanya terdapat lima SPBU Shell yang memiliki pasokan Shell Super.

Di Jawa Timur , Shell Super hanya bisa ditemukan di 11 SPBU yakni di wilayah Malang, Blitar, Jombang, Kediri, Mojokerto, pasuruan, Tuban, dan Lamongan.

BP-AKR Senasib

Di sisi lain, operator SPBU swasta yang turut melaporkan terjadi gangguan pasokan sejak akhir bulan lalu yakni BP-AKR juga masih mengalami kelangkaan stok BBM.

Warganet melaporkan kelangkaan pasokan BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate (RON 95) terjadi di sejumlah jaringan SPBU BP-AKR di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Bandung.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami sedang mengusahakan agar pasokan BBM kembali normal. Terimakasih,” tulis akun resmi BP-AKR menjawab keluhan warganet terkait kelangkaan pasokan BBM BP-AKR di wilayah Bandung.

Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan perusahaan pengelola SPBU swasta sepakat untuk membeli bensin dari PT Pertamina (Persero) untuk mengisi kekosongan saat ini.

Nantinya, Pertamina bakal melakukan impor untuk menambal kebutuhan bahan bakar minyak jaringan SPBU swasta yang telah kosong sejak bulan lalu.

Di sisi lain, dia memastikan, bahan bakar yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina akan berbasis fuel base atau murni. Selain itu, BBM tersebut akan kembali tersedia di SPBU swasta pada pekan ini.

“Dipastikan bahwa karena pasokan Pertamina yang sekarang sudah dicampur, jadi kemungkinan besar impornya impor baru,” kata Bahlil.

Dalam perkembangannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan pasokan BBM SPBU swasta—seperti Shell, BP-AKR, Vivo, dan SPBU Mini Exxon — akan kembali tersedia pada pekan ini.

Dia juga memastikan badan usaha (BU) hilir migas swasta telah menyetujui pembelian BBM dari Pertamina.

Yuliot menjelaskan, setelah kementeriannya menggelar rapat dengan operator SPBU swasta dan Pertamina, maka tahapan pembelian BBM oleh pihak swasta ke Pertamina akan dilakukan secara bisnis ke bisnis atau business to business (B2B).

Nantinya, impor yang dilakukan Pertamina akan dilakukan secara bertahap dan besarannya akan ditentukan oleh masing-masing BU swasta dengan perusahaan pelat merah tersebut.

“Tinggal konsolidasi saja dan waktu yang diberikan Pertamina ke badan usaha kan 7 hari,” kata Yuliot di JW Marriot, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).

“Arahan dari Menteri ESDM itu 7 hari [sejak Jumat pekan lalu] sudah terisi di SPBU swasta,” tegas Yuliot.

Yuliot enggan menjelaskan langkah mitigasi yang disiapkan kementeriannya jika target pemenuhan pasokan BBM SPBU swasta dalam satu pekan meleset.

Menurutnya, Kementerian ESDM hanya akan mengevaluasi kebijakan pembelian BBM dari Pertamina jika BBM di SPBU swasta masih langka pada pekan ini.

Dia memastikan bahwa para operator SPBU swasta sudah memberikan data kebutuhan BBM ke Pertamina, tetapi enggan mengungkap besarannya.

Menurut data Kementerian ESDM, Pertamina Patra Niaga memiliki sisa kuota impor sebesar 34% atau sekitar 7,52 juta kiloliter (kl) sampai akhir tahun ini.

Kuota itu dianggap cukup untuk memenuhi tambahan alokasi bagi SPBU swasta hingga Desember 2025 sebesar 571.748 kl.

(azr/wdh)

No more pages