Saham–saham transportasi juga berhasil mengalami penguatan 1,96%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (23/9/2025).
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 10,73 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 9,34 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 8,89 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 8,42 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 4,86 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 4,71 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 4,31 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 3,8 poin
- Bank Permata (BNLI) menyumbang 2,96 poin
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menyumbang 2,19 poin
Adapun saham–saham barang baku lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat dengan kenaikan 25%, dan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga melesat di zona hijau dengan menguat 13,6%.
Adapun saham–saham energi juga jadi pemicu penguatan IHSG, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melesat 24,7%, saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) menguat 15%, dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga menguat dengan terapresiasi 13,4%.
Disusul oleh penguatan saham properti lain, saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang menguat 24,7%, saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) melesat 24,6%, dan saham PT Star Pacific Tbk (LPLI) yang mencetak penguatan 24,2%.
Adapun bursa Asia hari ini justru melaju bervariasi. Indeks KOSPI Korea melejit 0,51%, Strait Times Singapore menguat 0,12%, FTSE KLCI Malaysia hijau 0,01%, sedang, Shenzhen Comp China drop 0,78%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,7%, SETI Thailand terdepresiasi 0,63%, Shanghai melemah 0,18%, dan CSI 300 China merah 0,06%.
Panin Sekuritas memaparkan, Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari pertumbuhan M2 Money Supply yang berhasil tumbuh 7,6% yoy dari yang sebelumnya juga bertumbuh 6,6% yoy.
Pada Selasa, BI mengumumkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tercatat Rp9.657,1 triliun. Tumbuh 7,6% dibanding periode yang sama tahun lalu (year–on–year/yoy).
Laju pertumbuhan Agustus juga lebih cepat ketimbang Juli yang sebesar 6,6% yoy. Pertumbuhan 7,6% juga menjadi yang tertinggi sejak Juli 2024 atau lebih dari setahun.
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5% yoy dan uang kuasi sebesar 5,6% yoy,” sebut laporan BI.
Sementara penyaluran kredit pada Agustus tumbuh 7% yoy, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 6,7% yoy. Selain itu, tagihan bersih kepada Pemerintah pusat tumbuh sebesar 5% yoy setelah pada Juli melemah 6,2% yoy.
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebut, ekspektasi membaiknya ekonomi pada Semester II–2025 juga menjadi faktor positif.
“Meningkatnya pertumbuhan jumlah uang beredar dalam arti luas ini mengindikasikan likuiditas yang membaik. Hal ini sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia,” jelas Phintraco, Selasa.
Ditambah lagi, harapan berlanjutnya pemangkasan suku bunga The Fed juga menjadi faktor positif.
Investor saat ini memprediksi akan ada pemangkasan dua kali lagi hingga tutup 2025, dan tiga kali pada 2026 mendatang terhadap bunga The Fed.
(fad/aji)

























