Logo Bloomberg Technoz

BMKG menegaskan gempa tersebut tidak dipicu oleh aktivitas Sesar Citarik, sebab pusat gempa utama dan susulannya berada jauh di barat jalur sesar itu. 

Catatan sensor seismik juga memperlihatkan karakteristik gelombang S dengan frekuensi tinggi, memperkuat analisis gempa tektonik.

Gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Intensitas III–IV MMI tercatat di Kalapanunggal dan Kabandungan, intensitas III MMI di Pamijahan dan Leuwiliang, II–III MMI di Bogor, serta II MMI di Palabuhanratu dan Depok.

Data sementara menunjukkan gempa menyebabkan kerusakan ringan pada lima rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, berdampak pada 20 warga yang harus menghadapi situasi darurat. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. 

“Kerusakan terjadi karena hiposenter yang dangkal, kondisi tanah lunak, serta bangunan rumah yang belum memenuhi standar tahan gempa,” ungkap Daryono.

BMKG mencatat gempa merusak di wilayah ini bukan pertama kali terjadi. Pada Maret 2020, ratusan rumah rusak di enam kecamatan sekitar Kabandungan. 

Pada Desember 2023, gempa di Pamijahan dan Kabandungan mengakibatkan 61 rumah rusak, sementara pada Juli 2000 gempa juga melanda beberapa kecamatan di Sukabumi.

(dec/spt)

No more pages