Harga beras premium yang masih berada di atas HET ini masih terjadi di tengah upaya Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan juga Bulog untuk melakukan penyaluran beras secara masif demi menurunkan harga beras secara nasional.
Beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Bulog diantaranya adalah dengan memasifkan penyaluran beras SPHP melalui pasar tradisional dan juga ritel-ritel modern.
Pemerintah juga melakukan sidak ke berbagai ritel modern pada pekan lalu, seperti sidak yang dilakukan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang melakukan sidak awal pekan ini.
Dalam sidak tersebut, Rizal bersama Badan Pangan Nasional mendatangi tiga titik pengecer di Jakarta Selatan, yakni Alfamart Radio Dalam, Indomaret, dan Grand Lucky. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok beras SPHP tersedia dengan baik, distribusi berjalan lancar, dan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Ia mengatakan bahwa di ritel modern tersebut, beras SPHP dijual dengan harga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara beras premium berbagai merek dipasarkan di kisaran Rp74.500 per 5 kilogram.
Harga Barang Pangan Lainnya
Selanjutnya, harga bawang merah secara nasional tercatat Rp41.255/kg. Angka ini berada dalam kisaran HAP nasional Rp36.500–Rp41.500/kg. Namun, di Papua dan Maluku harga bawang merah melonjak hingga Rp53.038–Rp76.571/kg, jauh di atas acuan.
Untuk bawang putih bonggol, harga rata-rata nasional mencapai Rp37.598/kg, lebih rendah dari HAP yang ditetapkan Rp38.000–Rp40.000/kg. Meski demikian, di Indonesia timur dan wilayah 3TP harga masih tinggi di kisaran Rp51.939/kg, atau lebih mahal dari HAP sekitar Rp40.000/kg.
Cabai merah keriting berada di level Rp57.407/kg, lebih tinggi dari HAP nasional Rp37.000–Rp55.000/kg. Bahkan, harga cabai keriting di Riau dan Papua Selatan melambung tajam masing-masing hingga Rp83.584/kg dan Rp102.341/kg. Sementara itu, cabai rawit merah secara nasional berada di harga Rp48.304/kg, masih dalam rentang HAP Rp40.000–Rp57.000/kg.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp38.106/kg, sedikit lebih rendah dari HAP nasional sebesar Rp40.000/kg. Harga telur ayam ras juga terpantau Rp29.857/kg, mendekati HAP Rp30.000/kg.
Gula konsumsi tercatat Rp18.134/kg, lebih tinggi dari HAP nasional Rp17.500/kg. Minyak goreng kemasan rata-rata nasional berada di harga Rp20.937/kg, sedangkan minyak goreng curah tercatat Rp17.561/kg, lebih tinggi dibanding HET Minyakita Rp15.700/kg. Untuk Minyakita sendiri, harga rata-rata nasional Rp17.493/kg.
Harga tepung terigu curah terpantau Rp9.777/kg, sementara tepung terigu kemasan mencapai Rp12.999/kg.
Untuk komoditas ikan, kembung dijual Rp41.949/kg, tongkol Rp34.879/kg, dan bandeng Rp35.319/kg. Adapun garam konsumsi rata-rata nasional berada di level Rp11.616/kg.
Di sisi daging, harga daging kerbau beku impor mencapai Rp105.600/kg, jauh lebih tinggi dibanding HAP nasional Rp80.000/kg. Daging kerbau lokal segar lebih mahal lagi di level Rp141.345/kg. Sementara daging sapi murni nasional tercatat Rp134.977/kg, masih berada sedikit di bawah HAP Rp140.000/kg.
(ell)




























