Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menilai angka berapa pun bisa saja ditetapkan sebagai target indeks, tetapi yang terpenting adalah konsistensi faktor pendukungnya. Ia menekankan bahwa kenaikan indeks harus sejalan dengan kinerja fundamental emiten.

“Namanya targetnya sah-sah saja berapapun angkanya, tapi kira-kira faktor pendukungnya apa supaya IHSG bisa mencapai level 36.000? Apakah pertumbuhan ekonomi bisa benar-benar mencapai 8%? Bagaimana dengan nilai tukar rupiah?” kata Reza.

Reza mencontohkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu prasyarat penting. Ia bahkan mempertanyakan apakah rupiah dapat menguat hingga Rp10.000 per dolar AS dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung target tersebut.

Selain itu, ia menyoroti dominasi saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. Reza memberi ilustrasi pada saham BBCA yang saat ini diperdagangkan di kisaran Rp7.000. Menurutnya, tantangan besar muncul jika harga saham tersebut diharapkan naik hingga Rp10.000 sementara pertumbuhan laba masih terbatas pada satu digit.

Dengan demikian, meskipun proyeksi IHSG ke level 36.000 dipandang ambisius, realisasinya membutuhkan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas nilai tukar, serta kinerja solid dari emiten-emiten besar lintas sektor.

(rtd/spt)

No more pages