Pada saat yang sama, terdapat ekspektasi panen baik dari produsen besar lain seperti India dan Thailand. Hal ini mendorong pedagang komoditas ED&F Man memproyeksikan surplus gula global sebesar 4,5 juta ton pada musim 2025-2026 berbanding terbalik dengan defisit 300 ribu ton tahun ini.
Ketidakpastian juga muncul dari sisi permintaan global. Pembelian dari China mencatatkan penurunan usai stok dalam negeri sudah tinggi setelah impor besar, menurut Covrig. Ia juga menyoroti langkah Indonesia yang sementara menghentikan impor gula mentah guna mendukung petani lokal.
(bbn)
No more pages































