5 Arah Kebijakan BI: Beli SBN Pasar Sekunder hingga Jaga Rupiah
Pramesti Regita Cindy
17 September 2025 17:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia memaparkan lima arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur September 2025. Hal ini diputuskan bersamaan dengan kebijakan menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) dari semula 5% ke level 4,75%.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, arah bauran kebijakan moneter yang dimaksud bertujuan untuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI Rate, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter.
Rinciannya: Pertama, penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk makin memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga, meningkatkan likuiditas, dan mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas).
Hal tersebut dilakukan dengan mengelola struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas untuk memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga dengan tetap menjaga daya tarik aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik.
Di samping itu, memperkuat strategi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Kemudian, memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar.




























