Logo Bloomberg Technoz

“Aspek bisnis ke bisnis lah, nanti SPBU swasta sama Pertamina membahas hal itu, kalau kita biar kebijakan ini bisa diimplementasikan itu saja,” tuturnya.

Di sisi lain, Laode menuturkan, kementeriannya akan menyampaikan surat berisi spesifikasi atau standar BBM badan usaha (BU) swasta ke PT Pertamina Patra Niaga sore ini.

Dia berharap sinkronisasi spesifikasi BBM BU swasta itu dapat mempercepat implementasi kebijakan pembelian bensin ke Pertamina nantinya.

“Sore ini kami ada surat yang akan kita sampaikan ke Pertamina Patra Niaga untuk menindaklanjuti rapat [sinkronisasi] yang kemarin,” kata dia.

Hanya saja, kebijakan pembelian bensin dari Pertamina Patra Niaga itu belum bisa diesekusi sampai saat ini.

Dia beralasan sejumlah BU swasta masih melakukan kajian internal ihwal esekusi pembelian bensin dengan nilai oktan atau RON tinggi dari Pertamina Patra Niaga.

“Saya akan bicarakan sama Pertamina Patra Niaga, biar hal-hal yang masih menjadi kendala itu bisa dituntaskan,” kata dia.

Adapun, dua perusahaan ritel BBM swasta—yakni Shell Indonesia dan BP-APKR — melaporkan kehabisan pasokan sejak akhir bulan lalu.

Dua operator SPBU swasta tersebut melaporkan kekosongan BBM dengan nilai oktan 92 ke atas, dan masih terjadi hingga saat ini.

Sebelumnya, BP-AKR mengaku masih mengkaji arahan Kementerian ESDM untuk membeli BBM dari Pertamina Patra Niaga.

Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura menyatakan perusahaannya telah menghadiri rapat yang dipimpin Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, bersama-sama dengan operator SPBU swasta lain dan PT Pertamina Patra Niaga.

Suasana sepi di SPBU BP-AKR di jalan Perdatam Pancoran, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam rapat itu, seluruh perusahaan SPBU memaparkan data-data terkaitdengan  kondisi pasokan BBM yang dimiliki, bersama data tambahan lainnya.

Akan tetapi, rapat tersebut dipastikan belum memutuskan apakah para perusahaan SPBU swasta akan membeli BBM dari Pertamina atau tidak.

“Kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” kata Vanda ditemui awak media di Kementerian ESDM, Rabu (10/9/2025).

Beda Spesifikasi

Selain itu, Vanda juga menegaskan BBM pada masing-masing badan usaha (BU) hilir migas memiliki standar dan spesifikasi yang berbeda-beda.

Dia mengaku akan menyerahkan persyaratan atau spesifikasi BBM BP-AKR ke Pertamina dalam waktu dekat, tetapi belum bisa memastikan apakah BP-AKR pasti akan membeli BBM dari Pertamina atau akan menempuh upaya lain.

Dalam kaitan itu, Vanda menolak mengungkapkan kekurangan pasokan BBM yang tengah dialami BP-AKR. Dia hanya menegaskan sejumlah jenis BBM masih tidak tersedia di SPBU milik BP-AKR.

“Nanti akan dibicarakan lebih lanjut, yang mesti dievaluasi juga dari tim Pertaminanya juga. Mungkin yang tim teknisnya pasti akan lebih memahami,” tegas Vanda.

(naw)

No more pages