Logo Bloomberg Technoz

Pengamat soal Merger Pelita dan Garuda: Skema Holding Maskapai

Merinda Faradianti
17 September 2025 09:50

Dok. Pelita Air
Dok. Pelita Air

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana meleburkan anak usahanya, Pelita Air ke Garuda Indonesia (GIAA). Merger itu akan dilakukan di bawah koordinasi BPI Danantara. 

Pengamat Penerbangan Gatot Rahardjo menilai penggabungan tersebut dapat membuat pasar penerbangan nasional lebih bergairah. Merger, kata dia, diharapkan tidak ada lagi monopoli antarperusahaan penerbangan dan iklim bisnis bisa jadi lebih baik. 

"Ini akan menguntungkan maskapai, masyarakat dan pemerintah, karena konektivitas penerbangan bisa lebih luas. Kalau iklim bisnis baik, operasional meningkat, maskapai -maskapai juga akan lebih sehat," katanya saat dihubungi, Selasa (16/9/2025).


Meski begitu, kata Gatot, pemerintah tetap perlu mencari skema terbaik penggabungan dua maskapai ini. Menurut Gatot, skema yang bisa dilakukan adalah holding maskapai BUMN dan bukan merger.

"Sebaiknya bukan merger, dibuat holding maskapai BUMN. Biarkan antar maskapai setara dengan AOC [Air Operator Certificate/sertifikat operator udara] dan tingkat layanan masing-masing. Garuda full service, Pelita Medium service dan Citilink LCC," tambahnya.