Logo Bloomberg Technoz

Stok Melimpah, Harga Beras Dunia Diramal Turun

Mis Fransiska Dewi
16 September 2025 07:20

Calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rerata harga beras yang diperdagangkan di Chicago Board of Trade (CBOT) diproyeksikan bakal mengalami penurunan. Para periset BMI – lembaga riset Fitch Solutions, bagian dari Fitch Ratings – merevisi perkiraan harga beras berjangka bulan kedua untuk 2025, menjadi US$12,8/cut-weight tonnage atau cwt dari US$13,9/cwt. 

“Harga komoditas ini terus mengalami tekanan signifikan di tahun 2025, terutama karena ekspektasi pasokan yang melimpah khususnya di India,” tulis BMI dalam laporan terbaru, dikutip Selasa (16/9/2025). 

Harga penutupan terakhir yang tercatat pada 9 September adalah US$11,6/cwt, setara dengan penurunan 9,7% secara bulanan dan 20,9% secara tahunan. Harga tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 2020 dan sepanjang tahun berjalan hingga 9 September, telah turun sebesar 17,5%.


Menurut pandangan BMI, setelah periode peningkatan harga pada paruh pertama 2024, yang sebagian besar didorong oleh pembatasan ekspor oleh India, pasar terus melemah selama beberapa bulan terakhir.

“Pendorong utama ekspektasi bearish kami tetaplah pasokan yang melimpah, terutama di India, pasar ekspor terbesar. Sejak pelonggaran pembatasan ekspor India yang dimulai pada September 2024, perkembangan yang memengaruhi panen dan perdagangan pasar telah menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan harga,” jelas BMI.