Logo Bloomberg Technoz

Saham Nvidia turun hampir 2% dalam perdagangan di New York pada Senin sebelum pulih sebagian besar kerugiannya. Saham Texas Instruments, sementara itu, turun 2,9%. 

Nvidia memberi tanggapan bahwa mereka mematuhi hukum “dalam segala hal.”

“Kami akan terus bekerja sama dengan semua lembaga pemerintah terkait saat mereka mengevaluasi dampak kontrol ekspor terhadap persaingan di pasar komersial.”

Tahun ini, Nvidia berada di pusat negosiasi sensitif antara Beijing dan Washington, karena peran pentingnya dalam mendorong teknologi masa depan termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perusahaan ini mendominasi pasar chip yang vital untuk membangun dan mengoperasikan layanan AI, mulai dari Meta Platforms Inc hingga DeepSeek.

Pada Desember lalu, Beijing membuka penyelidikan terhadap akuisisi Mellanox oleh Nvidia, meski sebelumnya sudah menyetujui kesepakatan senilai US$7 miliar itu dengan syarat perusahaan tidak boleh mendiskriminasi perusahaan China.

Namun, pemerintah AS kemudian melarang penjualan cip AI tercanggih Nvidia ke perusahaan China, termasuk model H100, dengan alasan keamanan nasional. Nvidia merancang ulang cipnya setidaknya dua kali agar sesuai dengan aturan AS dan tetap bisa dijual ke pasar China.

Putusan awal Beijing ini muncul hanya beberapa minggu setelah pemerintahan Trump mengizinkan Nvidia dan Advanced Micro Devices Inc menjual sebagian cip AI mereka ke perusahaan China. Meski begitu, pemerintah China mendorong perusahaan dan lembaga lokal untuk menghindari penggunaan cip akselerator H20 milik Nvidia dengan alasan keamanan.

Dampak dari pengumuman regulator China terhadap perundingan di Madrid masih belum jelas. Menurut pejabat senior Departemen Keuangan AS, pertemuan hari pertama berlangsung hampir enam jam dengan pembahasan mulai dari TikTok, perdagangan, hingga ekonomi global.

Aplikasi populer milik ByteDance Ltd itu menghadapi tenggat waktu pekan ini untuk mencapai kesepakatan agar bisa terus beroperasi di AS. Reuters sebelumnya melaporkan pemerintahan Trump kemungkinan akan kembali memperpanjang batas waktu divestasi TikTok.

Selain itu, pejabat kedua negara juga diperkirakan menyiapkan pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping secepatnya pada Oktober, bertepatan dengan agenda keduanya di sebuah KTT di Korea Selatan.

Trump pada Minggu mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan berjalan “baik-baik saja,” namun menegaskan nasib TikTok akan ditentukan oleh langkah Beijing.

“Kami bisa saja membiarkannya mati, atau mungkin tidak — saya tidak tahu, itu tergantung China,” ujar Trump di New Jersey dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih.

(bbn)

No more pages