Logo Bloomberg Technoz

Direksi PTBA Ungkap Rencana Dividen Saat Laba Justru Drop

Artha Adventy
11 September 2025 20:00

Dok. PTBA
Dok. PTBA

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menghadapi dilema pembagian dividen di tengah fakta bahwa laba perseroan anjlok lebih dari 60% pada paruh pertama 2025. Manajemen mengakui kemampuan perseroan dalam menjaga setoran ke pemegang saham akan sangat bergantung pada pergerakan harga batu bara ke depan.

Direktur Keuangan Una Lindasari mengatakan, PTBA masih berupaya memenuhi ekspektasi investor meski kinerja laba tertekan akibat harga jual batu bara yang melemah dan biaya produksi yang tak bisa ditekan.

“Mungkin yang bisa kami jawab saat ini adalah kita sama-sama berdoa saja mudah-mudahan harga batu bara lebih tinggi lagi supaya profit kami tetap terjaga. Tapi untuk saat ini kami tetap akan berusaha supaya tidak mengecewakan investor,” katanya di Jakarta, Kamis (11/9/2025). 


Pada semester I-2025 laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk PTBA tercatat anjlok 60,98% yoy menjadi Rp962,26 miliar. Penurunan tajam ini terjadi meski pendapatan justru naik 4,12% yoy ke Rp20,45 triliun.

Lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 12,11% yoy menjadi Rp18,21 triliun membuat margin laba kotor terpangkas ke 11% dari sebelumnya 17,3%. Kenaikan biaya dipicu oleh royalti, penerapan biodiesel B40 yang mendorong harga bahan bakar lebih tinggi, serta tarif angkutan PT KAI yang meningkat tiap tahun.