Logo Bloomberg Technoz

Sebagai gambaran, untuk tahun buku 2024 pemegang saham perseroan telah menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp3,83 triliun atau setara 75% dari laba bersih tahun buku 2024. Sementara itu, sisa 25% laba bersih dialokasikan sebagai saldo laba ditahan yang belum dicadangkan.

Sepanjang 2024, PTBA membukukan pendapatan Rp42,76 triliun dengan laba bersih mencapai Rp5,10 triliun serta EBITDA Rp8,30 triliun.

Harga Batu Bara Sepanjang 2025

Pada paruh pertama 2025, PTBA menyebut impor batu bara termal global menurun akibat lemahnya permintaan dan tingginya level stok. Namun, permintaan musim panas di Asia sempat memberikan dorongan terhadap impor batu bara.

“Impor batu bara Tiongkok turun 18% secara tahunan (yoy) karena peningkatan inisiatif energi hijau dan gejolak ekonomi,” kata Linda.

Pembangkit listrik tenaga batu bara di India juga berkurang karena curah hujan ekstrem yang mengganggu produksi domestik. Kondisi ini berpotensi mendorong sebagian permintaan terhadap batu bara impor.

Sementara itu, seiring melemahnya permintaan global, produksi batu bara Indonesia juga turun lebih dari 6% yoy dan terus menekan harga batu bara berkalori rendah. Selain itu, penerapan HBA turut menekan ekspor karena berada di atas harga pasar spot.

Meski demikian, Linda mengklaim pada semester II-2025 terdapat siklus di mana terdapat permintaan batu bara yang lebih tinggi terutama karena terjadinya musim dingin di China. Sejalan dengan hal itu, harga batu bara juga diharapkan akan membaik.

“Kami berharap memang itu akan terjadi sehingga kami akan terbantu dari penjualan batu bara,” imbuh dia.

(art/wep)

No more pages