Logo Bloomberg Technoz

Trump Sanksi 19 Pusat Penipuan Siber Tetangga Indonesia

News
09 September 2025 17:50

Ilustrasi kejahatan siber berupa peretasan sistem. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi kejahatan siber berupa peretasan sistem. (Dok: Bloomberg)

Jennifer A Dlouhy - Bloomberg News

Bloomberg, AS menjatuhkan sanksi pada jaringan pusat penipuan siber yang beroperasi di Asia Tenggara. Alasannya, untuk meningkatkan tekanan terhadap operasi yang diduga menggunakan tenaga kerja paksa untuk menipu warga AS senilai miliaran dolar setiap tahun.

Langkah Departemen Keuangan AS, yang diumumkan pada Senin (8/9/2025) waktu setempat, menyasar sembilan entitas di Myanmar yang diklaim beroperasi di bawah perlindungan Tentara Nasional Karen yang sudah dikenai sanksi, serta 10 entitas di Kamboja, di mana AS mengatakan para pekerjanya dipaksa melakukan penipuan investasi mata uang virtual.


"Industri penipuan siber di Asia Tenggara tidak hanya mengancam kesejahteraan dan keamanan finansial warga Amerika, tetapi juga menjadikan ribuan orang sebagai budak modern," kata John Hurley, Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, melalui siaran pers.

"Departemen Keuangan akan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk memerangi kejahatan keuangan terorganisasi dan melindungi warga Amerika dari kerusakan yang ditimbulkan oleh penipuan ini."