Dari sisi ekonomi, ekspor Ethylene Dichloride diperkirakan menghasilkan devisa hingga Rp5 triliun per tahun. Sementara itu, substitusi impor soda kaustik berpotensi memberikan efisiensi sekitar Rp4,9 triliun per tahun.
Pabrik CA-EDC milik TPIA juga diharapkan menyediakan pasokan bahan baku penting bagi berbagai industri, mulai dari pengolahan air, sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga pengolahan nikel.
“Dengan memperluas kapasitas ekspor dan menguatkan rantai pasok lokal, kami ingin mendukung industrialisasi berkelanjutan serta meningkatkan daya saing Indonesia di level global,” ujar Erwin.
(wep)
No more pages

























