Apple kini tengah berdiskusi secara internal apakah bakal lebih mengandalkan teknologi luar, ketimbang sekadar model buatan dalam negeri, Bloomberg News melaporkan.
Peebles dan Du akan bergabung dengan OpenAI, sementara Zhao bergabung dengan Anthropic PBC. Banyak rekan mereka sebelumnya pindah ke Meta, yang sudah memikat para pekerja dengan kenaikan gaji yang luar biasa.
Ruoming Pang, yang memimpin tim model Apple, pindah untuk memperoleh paket kompensasi fantastis senilai US$200 juta atau setara Rp3,3 triliun (kurs Rp16.558/US$).
Namun, perjalanan Meta tak sepenuhnya mulus. Beberapa peneliti AI yang baru direkrut telah mengundurkan diri, menurut WIRED.
Bloomberg News melaporkan, juru bicara Apple dan OpenAI menolak berkomentar terkait perubahan personel tersebut. Anthropic pun tak segera menanggapi permintaan komentar.
Saham Apple Sempat Merosot
Saham Apple sempat merosot ke level terendah sesi pekan lalu seusai Bloomberg News melaporkan pergerakan tersebut. Sahamnya turun 1,5% menjadi US$228,77 per lembar atau sekitar Rp4,7 juta per lembar pada pukul 15.08 di New York, Amerika Serikat (AS).
Zhang, peneliti robotika, memimpin tim kecil akademisi yang berfokus pada teknologi otomasi dan peran AI dalam produk-produk tersebut. Tim itu sudah mengalami beberapa pergantian, dengan salah satu bawahan Zhang, Mario Srouji, yang hengkang untuk menangani produk AI di Archer Aviation Inc. pada April lalu.
Kelompok riset robotika ini berada di dalam divisi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (machine learning) Apple. Kelompok ini terpisah dari organisasi pengembangan produk robotika perusahaan, yang dipindahkan ke departemen rekayasa perangkat keras Apple awal tahun ini.
Robotika telah menjadi bagian penting dari rencana masa depan Apple, dengan perusahaan merencanakan serangkaian perangkat. Perangkat tersebut mencakup mesin meja dengan layar bergerak, serta lengan robot untuk digunakan di toko ritel dan manufaktur.
Sementara itu, Meta terus mengembangkan produknya sendiri. Selain menawarkan kacamata pintar dan fitur AI, perusahaan berinvestasi besar-besaran dalam sistem operasi dan komponen perangkat keras dasar untuk robot humanoid, Bloomberg News melaporkan pada Februari lalu.
Zhang bakal mengembangkan produk di Robotics Studio, yang merupakan bagian dari divisi Reality Labs Meta.
Kepergian staf AI Apple diperkirakan akan terus berlanjut, dengan beberapa karyawan lainnya secara aktif mencari pekerjaan di perusahaan lain, menurut sumber tersebut. Respons yang buruk terhadap Apple Intelligence dan potensi peralihan perusahaan ke arah penggunaan model pihak ketiga sudah berkontribusi pada memburuknya moral, kata mereka.
-Dengan asistensi dari Shirin Ghaffary.
(bbn)



























