Selain itu, faktor lainnya adanya kendala geografis, keamanan wilayah, akses informasi dan disinformasi.
“Berbeda-beda sebenarnya tantangannya di beberapa daerah,” kata Aji.
Mengenai langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dalam menangani masyarakat yang takut akan vaksinasi, menurut Aji hal ini juga menjadi bagian tugas bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas kesehatan hingga untuk melakukan persuasi seluruh masyarakat.
“Mengedukasi untuk meyakinkan dan membangun kesadaran orang tua dan keluarga agar mau mengimunisasi anak/cucunya. Harus ada penguatan komunikasi perubahan perilaku,” urai Aji.
Selain itu, kata Aji untuk penanganan kejadian luar biasa ini atau KLB biasanya akan dilakukan ORI (Outbreak Response Immunization) yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit dengan meningkatkan kekebalan penyakit masyarakat di wilayah terdampak.
“Dengan door to door ke rumah-rumah, tidak hanya di sekolah atau puskesmas/posyandu,” tandasnya.
Sebaran Wilayah KLB Campak Indonesia di Minggu ke-35 Tahun 2025:
1. Sumatera Utara : 555 kasus
2. Riau : 17 kasus
3. Kalimantan Timur : 107 kasus
4. Jakarta : 25 kasus
5. Jawa Barat : 9 Kasus
6. Jawa Tengah : 10 kasus
7. Yogyakarta : 5 kasus
8. Jawa Timur : 2.868 kasus
9. Bali : 42 kasus
10. Sulawesi Tengah : 4 kasus
11. Sulawesi Selatan : 3 kasus
12. Gorontalo : 34 kasus
(dec/spt)






























