Sementara itu, kredit konsumsi diproyeksikan tumbuh sekitar 10% didukung permintaan KPR, kendaraan bermotor, dan personal loan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Ihwal kebijakan dividen, Hussein menegaskan, keputusan bakal ada di tangan pemegang saham utama, yakni pemerintah.
Kendati demikian, manajemen mendorong agar kebijakan dividen tetap mempertimbangkan keberlanjutan permodalan.
“Walaupun akan diputuskan di RUPS, kemungkinan besar dividen akan berada di kisaran tahun sebelumnya yaitu sekitar 65%,” kata dia.
Di sisi lain, Hussein menegaskan, perseroan bakal mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Manajemen menegaskan, implementasi program ini tidak akan menekan kualitas aset maupun rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan.
Dia menerangkan penyaluran kredit pada program KDMP akan mengikuti aturan analisis kelayakan yang berlaku.
“Program KDMP ini didesain dengan pruden, di mana bank diwajibkan melakukan analisa kelayakan kredit untuk setiap koperasi yang mengajukan pinjaman. Jadi tidak otomatis langsung disetujui,” kata Hussein.
Selain itu, dia menambahkan, apabila koperasi penerima kredit mengalami kesulitan pembayaran, bank dapat menggunakan alokasi dana desa dari pemerintah pusat untuk menutup kekurangan dalam batas tertentu.
“Dengan adanya intercept dana desa tersebut, maka secara tidak langsung terdapat skema penjaminan dari pemerintah. Karena itu, program KDMP tidak akan berdampak negatif terhadap rasio NPL BNI,” kata dia.
Ihwal efisiensi, BNI mencatat rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 71% pada semester I/2025. Hussein mengakui level ini relatif tinggi, namun bukan disebabkan lonjakan biaya.
“Tekanan lebih banyak datang dari sisi pendapatan, khususnya net interest margin (NIM) yang tertekan akibat kenaikan biaya dana dan perlambatan peredaran uang di sistem,” kata dia.
“Dari sisi operating expense, pertumbuhannya hanya 3%, salah satu yang terendah di antara bank BUMN,” tuturnya.
Belanja operasional BNI di semester I disebut tetap fokus pada digitalisasi dan promosi, yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
(rtd/naw)






























