Ke depannya, harapan baru penurunan suku bunga akan diuji pekan ini oleh revisi data tenaga kerja AS pada Selasa dan data inflasi produsen dan konsumen AS pada Rabu dan Kamis. Pelaku pasar juga akan memantau bagaimana pasar menyerap lelang obligasi Treasury bertenor 3, 10, dan 30 tahun.
Baik emas maupun perak telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik, ekonomi, dan perdagangan global yang mendorong permintaan aset safe-haven.
Eskalasi serangan Presiden Donald Trump terhadap The Fed meningkatkan kekhawatiran atas independensinya. Ia berjanji akan mengamankan "suara mayoritas, dalam waktu dekat" di bank sentral dan menurunkan suku bunga.
Investor sedang menanti putusan penting; apakah Trump memiliki dasar yang sah untuk mencopot Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook, yang bisa mengizinkan presiden menggantinya dengan pejabat yang cenderung dovish.
Goldman Sachs Group Inc pekan lalu memprediksi harga emas bisa melonjak hingga hampir US$5.000 per troy ons jika independensi The Fed terganggu dan investor mengalihkan sebagian kecil kepemilikan obligasi pemerintah AS mereka ke emas batangan.
Pada Jumat, pemerintahan Trump juga membebaskan emas batangan, bersama beberapa logam lainnya, dari tarif berbasis negara.
Langkah ini mengukuhkan rencana pembebasan tarif emas batangan, setelah putusan Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS beberapa pekan lalu mengejutkan pelaku pasar dan menimbulkan kebingungan karena mengindikasikan emas batangan akan dikenai pajak impor.
Sementara itu, data yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan People’s Bank of China (PBoC) meningkatkan kepemilikan emasnya pada Agustus untuk bulan ke-10, sebagai upaya berkelanjutan untuk mendiversifikasi cadangannya dari dolar AS.
Harga emas spot diperdagangkan naik 0,5% menjadi US$3.604,70 per troy ons pada pukul 15.13 di Singapura. Indeks Dolar Spot Bloomberg sedikit melemah. Harga perak stabil, sedangkan paladium dan platinum menguat.
(bbn)



























