“IHSG berada mendekati area resistance 7.900–8.000,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, yang tetap mencermati aksi taking profit jangka pendek.
Sementara saham-saham pilihan versi BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah BMRI, CPIN, dan SMIL.
Tercatat, probabilitas pemangkasan melejit menjadi 92%, dari catatan pada minggu sebelumnya. Selain itu, probabilitas Hold sudah tidak menjadi perhatian pasar. Yang artinya, pemangkasan bunga acuan sudah hampir pasti terjadi pada pertemuan September 2025.
MNC Sekuritas menyebut, skenario terbaiknya, pelemahan IHSG akan cenderung pendek untuk menguji 7.729–7.772 dan berpeluang menguat kembali ke area 8.008–8.102.
“Resistance: 7.943, dan 8.008,” tulis riset MNC Sekuritas, yang juga menyebut tetap cermati skenario terburuknya IHSG, di mana sudah menyelesaikan wave [b] dari wave 2 atau wave 4 pada label hitam dan merah dan akan rawan terkoreksi membentuk wave [c] ke rentang 7.233–7.534.
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini adalah ADMR, ESSA, GOTO, dan RAJA.
Adapun CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street dan melemahnya sebagian besar harga komoditas serta berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu naiknya harga emas seiring semakin besarnya peluang pemangkasan suku bunga acuan di Amerika Serikat diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.825–7.785 dan resist 7.910–7.950,” analisis CGS International Sekuritas Indonesia pagi ini.
Saham-saham yang direkomendasikan CGS International Sekuritas Indonesia antara lain BMRI, JPFA, HEAL, TLKM, CPIN, dan ASII.
Senada, Mirae Asset Sekuritas juga menyebut secara teknikal, IHSG berhasil membentuk tren fase bullish consolidation didukung Stochastics K_D yang menunjukkan sinyal positif.
“Market berekspektasi bahwa kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps di bulan ini tentunya memberikan angin segar bagi perekonomian domestik, maupun momentum positif terhadap market di tanah air,” mengutip riset Mirae.
Di sisi lain, market juga berekspektasi bahwa cadangan devisa Indonesia per Agustus 2025 akan tetap memadai demi menstabilkan nilai tukar rupiah sebagai respon BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Lalu Phintraco Sekuritas melihat IHSG secara teknikal, IHSG berhasil berada di atas level MA–20 di rentang level 7.827. Stochastic RSI juga menunjukkan reversal, namun histogram MACD masih negatif.
“Sehingga IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada kisaran 7.800–7.950,” sebut riset Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini adalah BBCA, BBTN, ENRG, SIMP, CPIN, dan SIDO.
(fad/wdh)





























