"Buku ini membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan sistem ekonomi Indonesia yang adil, inklusif, dan berdaulat," katanya.
Arif ia juga diketahui menulis "Arsitektur Ekonomi Indonesia" yang mengkritisi arah pembangunan ekonomi yang terlalu liberal dan mengusulkan desain berbasis Pasal 33 UUD 1945.
Selain di ranah politik dan intelektual, Arif juga berperan dalam bidang sosial dan pendidikan. Ia tercatat sebagai pengurus Yayasan Wakaf Paramadina yang membawahi Universitas Paramadina. Di sana, Arif turut aktif dalam diskursus publik serta memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan ekonomi dan politik nasional.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Arif Budimanta Sebayang yang pernah menjadi Staf Khusus bidang Ekonomi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ini meninggal dunia pada usia 57 tahun. Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pengurus Pusat Muhammadiyah atau PP Muhamadiyah tersebut kabarnya tutup usia pada pukul 06.00 WIB.
Informasi tersebut juga disiarkan PP Muhammadiyah melalui akun instagram resmi Pimpinan PP Muhammadiyah @lensamu. "Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Dr Arif Budimanta," dikutip, Sabtu pagi.
"Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, ditempatkan di Jannatun Na'im, dan diberi kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan."
(prc/frg)






























