Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah sektor, termasuk teknologi informasi, jasa keuangan, manufaktur, pemerintahan federal, dan jasa bisnis, mencatat penurunan jumlah pekerja pada Agustus. Pertumbuhan lapangan kerja hanya terjadi di sektor kesehatan serta pariwisata dan perhotelan.

“Pasar tenaga kerja bergerak dari beku menjadi retak,” ujar Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union. “Ini adalah resesi pekerjaan bagi pekerja kerah putih maupun kerah biru.”

Meski payrolls Juli direvisi sedikit lebih tinggi, data Juni justru menunjukkan pelemahan yang lebih parah. Revisi ini menyusul koreksi tajam dalam laporan ketenagakerjaan sebelumnya — yang terbesar sejak 2020. Akibatnya, Donald Trump memecat kepala BLS dan menuduhnya, tanpa bukti, telah memanipulasi data untuk kepentingan politik.

Trump menunjuk EJ Antoni, kepala ekonom di Heritage Foundation yang konservatif, untuk menggantikan posisi tersebut. Namun, pencalonannya masih menunggu persetujuan Senat.

Jika memperhitungkan revisi data, pertumbuhan lapangan kerja dalam tiga bulan terakhir rata-rata hanya 29.000. Payrolls sudah berada di bawah 100.000 selama empat bulan berturut-turut — periode terlemah sejak pandemi.

Selain revisi bulanan, BLS juga melakukan revisi tahunan dengan membandingkan data dengan seri statistik yang lebih luas, meski kurang mutakhir. Estimasi awal akan diumumkan Selasa mendatang, sementara angka final baru keluar awal tahun depan.

Meski sempat memperingatkan adanya “gangguan teknis”, BLS tetap merilis data tepat waktu pada pukul 8:30 pagi di Washington.

“Laporan pekerjaan yang lemah di Agustus memastikan pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC 16-17 September. Walaupun headline payrolls mungkin melebih-lebihkan pelemahan perekrutan, kenaikan tingkat pengangguran menunjukkan permintaan tenaga kerja melemah lebih cepat daripada suplai,” kata ekonom Bloomberg, Anna Wong, Stuart Paul, dan Estelle Ou.

Para ekonom menggambarkan pasar tenaga kerja AS saat ini sebagai lingkungan dengan perekrutan rendah sekaligus pemutusan hubungan kerja yang mulai meningkat.

Kenaikan tingkat pengangguran sebagian disebabkan oleh masuknya kembali pencari kerja baru, namun jumlah orang yang kehilangan pekerjaan secara permanen naik ke level tertinggi dalam hampir empat tahun. Jumlah pengangguran jangka panjang (27 minggu atau lebih) juga meningkat ke level tertinggi sejak 2021, sementara semakin banyak orang Amerika bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi.

Pengumuman PHK pada Agustus tercatat sebagai yang tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2020, menurut data Challenger, Gray & Christmas. September pun sudah dimulai dengan kabar bahwa ConocoPhillips, produsen minyak independen terbesar di AS, berencana memangkas hingga seperempat tenaga kerjanya secara global.

Laporan Challenger juga mencatat penurunan rencana perekrutan pada Agustus, sejalan dengan data ADP Research dan Revelio Labs yang menunjukkan melambatnya pertumbuhan lapangan kerja. Indikator dari Institute for Supply Management (ISM) juga menegaskan bahwa sektor manufaktur dan jasa sama-sama mengalami kontraksi ketenagakerjaan dalam beberapa bulan terakhir.

Tingkat partisipasi angkatan kerja — proporsi penduduk yang bekerja atau mencari kerja — naik menjadi 62,3%. Bagi kelompok usia produktif utama (25-54 tahun), angkanya meningkat ke level tertinggi dalam hampir setahun.

Namun, tingkat pengangguran bagi warga kulit hitam naik ke level tertinggi dalam hampir empat tahun, sebagian karena lebih banyak orang masuk pasar kerja. Tingkat pengangguran bagi pekerja Hispanik dan mereka yang tidak memiliki ijazah SMA juga ikut meningkat.

Bank sentral AS sangat memperhatikan dinamika pasokan dan permintaan tenaga kerja, terutama dampaknya terhadap kenaikan upah. Laporan terbaru menunjukkan rata-rata pendapatan per jam naik 3,7% dibandingkan tahun lalu.

(bbn)

No more pages