Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham barang baku, saham properti, dan saham energi menjadi pendorong pelemahan IHSG dengan tertekan mencapai 1,12%, 0,8% dan 0,66%.

Saham yang menguat dan menjadi top gainers diantaranya saham PT MNC Vision Tbk (MSKY) yang melesat 28,5%, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melejit 24,8%, dan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terbang 24,3%.

Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang jatuh 14,9%, saham PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) drop 14,5%, dan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) ambles 14,2%.

Bursa Saham Asia lain yang turut menguat, NIKKEI 225 (Tokyo), TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KOSPI (Korea Selatan), PSEI (Filipina), Weighted Index (TA), SENSEX (India), dan Straits Times (Singapura), yang berhasil menguat masing-masing mencapai 1,53%, 1,03%, 0,89%, 0,52%, 0,39%, 0,33%, 0,19%, dan 0,17%.

Indeks NIKKEI 225 Ditutup Menguat 1,5% pada Kamis 4 September 2025 (Bloomberg)

Di sisi berseberangan, CSI 300 (China), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), Hang Seng (Hong Kong), SETI (Thailand), IHSG (Indonesia), dan KLCI (Malaysia) yang tertekan dan drop dengan masing–masing 2,12%, 2,05%, 1,25%, 1,12%, 0,54%, 0,23%, dan 0,02%.

Kenaikan Bursa Saham Asia sejalan dengan momentum penguatan di Wall Street Amerika Serikat.

Pada perdagangan sebelumnya, Bursa Wall Street didominasi zona hijau. Nasdaq Composite, dan S&P 500 masing–masing melesat dengan dengan kenaikan 1,02%, dan 0,51%.

Sentimen yang memengaruhi Bursa Asia, termasuk IHSG hari ini adalah datang dari data tenaga kerja Negeri Paman Sam, ketersediaan lapangan pekerjaan di AS disambut positif oleh pasar yang memperkuat spekulasi pemotongan bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Probabilitas Federal Funds Rate September 2025 (Sumber: CME FedWatch)

“Laporan hari ini adalah data terbaru yang membantu menggeser The Fed ke arah pemangkasan suku bunga,” kata Bret Kenwell dari eToro.

Dengan data ketersediaan lapangan kerja turun ke level terendah dalam 10 bulan, pelaku pasar saat ini hampir sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan September dan memproyeksikan setidaknya dua kali pemotongan pada 2025.

“Data ini mengonfirmasi perlambatan rekrutmen yang terlihat dalam berbagai statistik secara agregat, tetapi hal ini sudah kami ketahui—dan itulah mengapa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam dua pekan ke depan,” papar Peter Boockvar dari The Boock Report.

Deputi Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan Bank Sentral AS harus mulai menurunkan suku bunga bulan ini dan memotongnya lagi dalam beberapa bulan ke depan. Dia menambahkan para pejabat dapat mendiskusikan laju pemotongan yang tepat.

“Kejutan data pasar tenaga kerja yang melemah signifikan bisa mendorong suku bunga turun tajam mengingat kegelisahan seputar mandat pasar tenaga kerja The Fed,” kata para Ahli Strategi TD Securities, termasuk Oscar Munoz dan Gennadiy Goldberg, seperti yang dilaporkan Bloomberg.

“Kami tetap bias terhadap penurunan dan memperkirakan suku bunga akan bergerak turun sepanjang tahun.”

(fad)

No more pages