Logo Bloomberg Technoz

Updated

Bukan Lunasi Utang, YUPI 'Maksa' Pinjam Rp800 M untuk Dividen

Artha Adventy
04 September 2025 12:00

Permen Yupi (Dok. Instagram @yupi.gummy)
Permen Yupi (Dok. Instagram @yupi.gummy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pembagian dividen produsen permen PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menuai polemik. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat mempertanyakan sumber dana aksi korporasi tersebut. Seperti diketahui, YUPI membagikan dividen Rp1,6 triliun pada Juli kemarin. Belakangan diketahui, setengah atau setara Rp800 miliar dari dividen tersebut berasal dari pinjaman.

“Dasar pembayaran dividen tunai berasal dari retain earnings laporan keuangan 31 Desember yang mana jumlahnya disetujui sebesar Rp1,6 triliun,” tulis manajemen YUPI dalam surat balasan permintaan penjelasan dari BEI, dikutip Kamis (4/9/2025). 

Meski berasal dari dana eksternal, manajemen YUPI mengklaim pinjaman tersebut telah memenuhi solvabilitas karena aset YUPI dinilai cukup dari kewajiban.


Untuk diketahui, YUPI memiliki utang usaha jangka pendek kepada pihak ketiga sebesar Rp238,18 miliar per semester I-2025. Alih-alih melunasi pinjaman ini, YUPI justru menarik pinjaman untuk dividen.

YUPI sebelumnya juga membutuhkan dana untuk pembangunan pabrik di Nganjuk, Jawa Timur. Namun, rencana pembangunan ini ditunda. Alasannya, kondisi ekonomi saat ini dinilai kurang menguntungkan jika YUPI melanjutkan ekspansi.