"Ada beberapa opsi untuk memastikan keamanan Ukraina jika konflik berakhir," kata Putin di Beijing dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, Selasa.
"Bagi saya, tampaknya ada peluang untuk menemukan konsensus di sini," jelasnya, seraya menambahkan topik ini dibahas dalam diskusi dengan Presiden AS Donald Trump saat kedua pemimpin bertemu di Alaska.
Putin mengatakan Rusia tidak keberatan dengan potensi keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, tetapi bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan "tidak bisa diterima bagi kami," bahkan dalam jangka panjang.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan militer Ukraina yang kuat dan didukung oleh jaminan eksternal diperlukan untuk melindungi negara tersebut.
"Agar perdamaian langgeng, Ukraina tidak hanya membutuhkan angkatan bersenjatanya sendiri yang kuat," tetapi juga jaminan keamanan dari mitra-mitra Kyiv, ujar Rutte kepada wartawan di Luksemburg, Selasa. "AS, Eropa, dan negara lainnya sedang mendefinisikannya sekarang. Seperti yang Anda ketahui, kami duduk bersama dalam berbagai format."
Dalam pertemuannya dengan Fico, Putin menyebut gagasan bahwa Moskow merupakan ancaman bagi Eropa sebagai "omong kosong belaka."
"Histeria terus-menerus dihembuskan bahwa Rusia konon berencana menyerang Eropa," katanya. "Ini adalah provokasi atau ketidakmampuan total."
Rutte sebelumnya menyatakan Rusia mungkin sedang mempertimbangkan serangan terhadap aliansi itu dalam waktu lima tahun ke depan, mengobarkan analisis Kanselir Jerman Friedrich Merz dan beberapa badan intelijen Eropa.
Peringatan tersebut telah mendorong NATO— di bawah tekanan Trump—untuk mendesak anggotanya meningkatkan anggaran pertahanan ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Pemimpin Rusia memuji pembicaraan baru-baru ini dengan Washington, mengatakan bahwa pemerintah AS mendengarkan Moskow.
"Kami melihat bahwa pemahaman bersama mulai terbentuk," ujar Putin. "Kami sangat senang dengan ini dan berharap dialog konstruktif ini akan terus berlanjut."
Trump menjabat dengan janji akan segera mengakhiri pertempuran. Seiring upaya gencatan senjata mandek, ia terkadang mengancam akan memperluas sanksi terhadap Rusia.
Pada Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Fox News bahwa pejabat akan mempertimbangkan sanksi potensial pekan ini, dan "semua opsi ada di atas meja."
Putin juga mengatakan kepada Fico, Rusia telah berdiskusi dengan rekan-rekan AS untuk bekerja sama dengan AS dan Ukraina di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang direbut pasukan Moskow pada awal perang, "jika kondisi yang menguntungkan muncul."
Dia menyarankan bahwa di Slovakia, Rusia dapat bekerja sama dengan perusahaan AS Westinghouse dalam proyek PLTN.
Slovakia, negara tanpa pantai yang berbatasan dengan Ukraina, memiliki kontrak gas jangka panjang dengan Gazprom Rusia yang berlaku hingga 2034. Meski transit melalui Ukraina telah dihentikan, negara tersebut tetap menerima gas Rusia melalui pipa TurkStream yang melewati Hungaria.
(bbn)































