Presiden Venezuela Maduro Tuding AS Siapkan Provokasi Militer
News
02 September 2025 20:20

Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Venezuela Nicolás Maduro menuduh salah satu diplomat terdekat Donald Trump berusaha mendorong pemimpin AS itu melakukan “pembantaian” melalui pengerahan pasukan Amerika di dekat wilayah Amerika Selatan.
Dalam konferensi pers di Caracas, Senin (1/9), yang merupakan penampilan publik pertamanya setelah lebih dari setahun, Maduro mengecam keputusan Gedung Putih mengirim 4.000 tentara dan kapal perang ke Karibia dengan alasan misi kontra-narkotika. Ia secara khusus menyorot Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menurutnya membuat situasi berisiko memicu konfrontasi langsung.
“Marco Rubio ingin menodai tangannya dengan darah—darah Amerika Selatan, Karibia, dan Venezuela,” ujar Maduro menanggapi Trump. “Bahkan jika mereka menempatkan 10.000 rudal di atas kepala kami, rakyat Venezuela akan tetap dihormati.”
Operasi tersebut mencakup pengerahan Iwo Jima Amphibious Ready Group dan 22nd Marine Expeditionary Unit, yang memiliki kemampuan menyerang target darat—jauh lebih ofensif dibanding kapal penjaga pantai yang biasanya digunakan untuk mencegat pengiriman narkoba. Pejabat AS menyebut target operasi ini adalah Cartel de los Soles, jaringan yang dituding dijalankan oleh perwira Venezuela dengan dukungan Maduro.

































