Logo Bloomberg Technoz

“Kami berusaha mengembangkan RDT yang paling efektif dan efisien agar dapat digunakan secara luas di layanan kesehatan,” tambahnya.

RDT berbasis antigen yang tengah dikembangkan, dikatakan Farida masih memerlukan uji lanjut untuk meningkatkan sensitivitas. Karena itu, tim periset juga mengembangkan in-house PCR khusus untuk deteksi leptospirosis. 

“Dengan riset ini, kami berharap dapat menghasilkan produk dalam negeri yang lebih berkualitas, terjangkau, dan mampu memperkuat upaya deteksi penyakit zoonosis di Indonesia,” pungkas Farida.

Penelitian ini turut melibatkan kolaborasi Bersama Universitas Amsterdam, PT Konimex, serta laboratorim khusus Leptospira di Kawasan Kerja Bersama M.F Sustriayu Nalim, Salatiga.

Diinformasikan, bahwa kasus persebaran penyakit zoonosis melalui hewan, khususnya tikus, masih belum banyak terungkap di Indonesia. 

Padahal, tikus berpotensi membawa berbagai penyakit berbahaya seperti pes, leptospirosis, rickettsiosis, dan hantavirus. 

Minimnya informasi di masyarakat membuat upaya pencegahan belum dilakukan secara rutin, ditambah gejala penyakit yang kerap mirip demam berdarah atau tifus serta sulitnya pemeriksaan laboratorium menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi.

(dec/spt)

No more pages