Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: IHSG yang Sempat Drop 3,5% Bagian dari Proses Rekalibrasi

Artha Adventy
01 September 2025 14:07

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat gejolak sosial politik yang mewarnai sepekan terakhir, pasar keuangan Indonesia dinilai tetap memiliki ketahanan.  Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut koreksi yang terjadi di pasar saham maupun pelemahan nilai tukar rupiah hanyalah bagian dari proses rekalibrasi.

“IHSG [Indeks Harga Saham Gabungan] yang terkoreksi ke level 7.700 dan rupiah yang bergerak ke Rp16.400 [per US$] harus menjadi wake up call bagi pemerintah dan pemangku kepentingan. Pasar akan kembali normal ketika peran negara kuat dan ketertiban masyarakat terjaga,” ujar Fakhrul, Senin (1/9/2025).

Fakhrul menjelaskan pada perdagangan hari ini, indeks komposit akan terkoreksi namun terbatas di level 7.700. Dia menyebutkan koreksi terbatas ini merupakan gambaran dari keyakinan pasar di tengah ketidakpastian dan pemerintah yang memiliki komitmen untuk keamanan dan ketertiban.


Selain itu, kondisi likuiditas dalam negeri masih sangat solid. Hal itu tercermin dari tingginya minat pada lelang Surat Berharga Negara (SBN). “Likuiditas kita sangat kuat. Karena itu, pelemahan saham saat ini diperkirakan terbatas. Pasar percaya pemerintah memiliki komitmen terhadap keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Sementara untuk nilai tukar rupiah, pelemahan menuju Rp16.500/US$ dalam jangka pendek masih mungkin terjadi karena faktor global. Namun dalam jangka menengah, ruang penguatan tetap terbuka lebar.