Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Kenaikan tersebut termaktub dalam Keputusan Kepala Bapanas No. 299/2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras yang ditetapkan pada 22 Agustus 2025.
Dalam aturan baru itu, kenaikan harga ditentukan per zona. Adapun HET beras medium di zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat ditetapkan Rp13.500 per kg. Angka ini naik dari sebelumnya Rp12.500 per kg.
Harga rata-rata beras medium di semua wilayah pun kompak naik dan melampaui HET. Perinciannya, harga rata-rata beras medium di zona 1 dibanderol Rp13.278 per kg, zona 2 senilai Rp13.572 per kg, dan zona 3 senilai Rp15.175 per kg.
Untuk diketahui, HET beras medium di zona 1 dipatok Rp13.500 per kg, zona 2 senilai Rp14.000 per kg, dan zona 3 adalah Rp15.500 per kg.
Sementara itu, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog naik tipis sebesar 0,02% dari HET nasional Rp13.500 per kg menjadi Rp12.501 per kg di tingkat konsumen.
Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET. Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.259 per kg, zona 2 senilai Rp12.733 per kg, dan zona 3 senilai Rp13.110 per kg.
Harga Bahan Pangan Lain Bervariasi
Kemudian, untuk cabai rawit merah secara nasional berada di level Rp40.253 per kg. Angka ini turun 29,38% dibandingkan HAP nasional yang ditetapkan pada kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kg.
Cabai merah keriting mencatatkan harga rata-rata nasional sebesar Rp39.213 per kg, lebih rendah 28,7% dari HAP nasional sebesar Rp37.000 hingga Rp55.000 per kg.
Harga bawang merah secara nasional sebesar Rp42.133 per kg, atau lebih tinggi 1,53% dibandingkan HAP nasional di kisaran Rp36.500 hingga Rp41.500 per kg.
Harga rata-rata nasional bawang putih bonggol tercatat sebesar Rp36.795 per kg, atau turun 8,01% lebih rendah dari HAP nasional senilai Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg.
Daging ayam ras secara nasional dibanderol Rp34.293 per kg, atau lebih rendah 12,69% dibandingkan HAP nasional sebesar Rp40.000 per kg.
Telur ayam ras dijual dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp29.606 per kg, 1,31% di bawah HAP nasional sebesar Rp30.000 per kg.
Daging sapi murni tercatat seharga Rp131.726 per kg secara nasional, lebih rendah 5,91% dari HAP nasional sebesar Rp140.000 per kg.
Gula konsumsi dijual dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp18.153 per kg, lebih tinggi 3,73% dibandingkan HAP nasional senilai Rp17.500 per kg.
Tak hanya itu, minyak goreng curah masih belum menunjukkan penurunan harga. Secara nasional, harga rata-rata berada pada angka Rp17.156 per liter, atau lebih tinggi 9,27% dibandingkan HET Minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
(lav)































