Logo Bloomberg Technoz

Namun, bukan berarti batu bara ‘punah’ begitu saja. Exxon Mobil Corp memperkirakan target net zero sepertinya sulit tercapai pada 2050, kemungkinan akan mundur. Sebab, konsumsi batu bara ternyata masih tinggi.

“Jika dunia terlalu cepat memaksakan penggunaan sumber energi yang mahal, maka konsumen pasti akan bereaksi. Dalam masyarakat demokrasi pasti ada pemilu, dan pemilu melahirkan konsekuensi. Perubahan angin politik bisa memperlambat transisi ini,” ungkap Chris Birdsalll, Direktur Ekonomi, Energi,dan Perencanaan Strategi Exxon, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Sumber: Bloomberg

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu disimak pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48. 

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 19. Sudah di bawah 20 yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, sepertinya harga batu bara masih akan bergerak di kisaran sempit. Target resisten terdekat adalah US$ 113/ton yang merupakan Moving Average (MA) 20. Jika tertembus, maka resisten lanjutan ada di rentang US$ 115-117/ton.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 110/ton. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga batu bara ke kisaran US$ 107-104/ton.

(aji)

No more pages