“Kami mohon itu [Danantara membeli gula petani] secepatnya dibayarkan ke petani. Jadi belum ada pembayaran ke petani. Kami mohon proses administrasinya dibayarkan, sehingga petani yang sudah nunggu 2 bulan ini bisa dibayari,” kata Khabsyin, ditemui di sela Seminar Ekosistem Gula Nasional, Rabu (27/8).
Dia menyampaikan sebanyak 100.000 ton gula petani masih belum terserap dan menumpuk di gudang selama dua bulan. Untuk itu, dia meminta agar Danantara tak hanya menyerap gula dari 7 pabrik, melainkan juga perlu membeli dari pabrik BUMN maupun swasta.
“Jangan dibeda-bedain. Swasta ini juga ada yang belum laku dan itu juga perlu diserap,” ujarnya.
Berdasarkan penandatanganan yang dilakukan pada Jumat, 22 Agustus 2025, Danantara disebut akan melakukan penyerapan pada pekan berikutnya.
Artinya, penyerapan harusnya sudah berjalan pada pekan ini. Khabsyin mengatakan petani tebu membutuhkan kepastian waktu pembelian.
"Jangan ngomong minggu depan minggu depan, harus jelas tanggalnya begitu," tegasnya.
(ell)




























