“Kalau menterinya yang jadi ketua, lalu serikat pekerja hanya jadi penonton. Itu bukan solusi,” ujarnya.
Said juga menyoroti data Kementerian Perindustrian yang menyebut ada perekrutan baru 303 ribu tenaga kerja. Menurutnya, klaim itu tidak bisa diverifikasi.
“Saya minta data perusahaannya, tidak ditunjukkan. Mereka hanya pakai regresi. Itu metode ramalan, bukan fakta di lapangan,” tegasnya.
Dia menilai pemerintah masih gagal memastikan perlindungan buruh di tengah gelombang PHK yang terus berulang. Said menyinggung rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang menurutnya justru berpotensi membatasi independensi serikat.
“Serikat buruh jangan dikandangkan. Jangan ulangi pola lama Orde Baru,” katanya.
(ain)
No more pages
































