Logo Bloomberg Technoz

Buruh: Angka PHK Kemnaker Sesat, Data Kerja Kemenperin Ramalan

Muhammad Fikri
28 August 2025 14:00

Sejumlah massa buruh menggelar demo di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah massa buruh menggelar demo di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal meragukan data jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) versi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebanyak 42 ribu orang per Juli 2025. 

Said mengklaim angka tersebut jauh dari kondisi sebenarnya, sehingga berpotensi menyesatkan arah kebijakan pemerintah.

Menurut Said, riset internal Partai Buruh bersama KSPI dan koalisi serikat pekerja menunjukkan jumlah korban PHK mencapai 70 ribu orang dari 84 perusahaan. Angka itu juga lebih tinggi dari data BPJS Ketenagakerjaan yang mencatat 56 ribu kasus. 


“Kalau datanya saja sudah salah, kebijakannya pasti ikut salah,” kata Said kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Ia mengklaim sudah menyampaikan langsung usulan pembentukan Satgas PHK kepada Presiden Joko Widodo lewat Menko Perekonomian. Namun demikian, kata dia, tarik-menarik posisi ketua satgas disebut menghambat.