Logo Bloomberg Technoz

Wilayah pesisir utara diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan lebih dari 5% selama musim panas dan awal musim gugur, sementara bagian selatan akan kehilangan hampir 10% wisatawan musim panas, menurut studi Komisi Eropa.

Tren tersebut kemungkinan akan teriplikasi di seluruh dunia. 

Suhu yang sangat tinggi telah menurunkan jumlah pengunjung di Tokyo Disney Resort, dan operator taman hiburan AS, Six Flag Entertainment Corp., mengatakan cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, menyebabkan kerugian hampir US$100 juta pada kuartal kedua karena penurunan proyeksi pendapatan. Sementara itu, tempat-tempat seperti Antartika, Norwegia, dan Islandia mengalami lonjakan popularitas. 

Abu Dhabi

Abu Dhabi menggabungkan cara lama dan teknologi mutakhir untuk mengatasi panas ekstrem yang menyebabkan suhu siang hari melonjak hingga 51,8°C (125°F) awal bulan ini — hampir menyamai rekor.

Kota Masdar sudah menjadi salah satu kota yang sustainable di dunia, dengan sebagian besar kebutuhan energinya dihasilkan oleh panel surya di atap dan pembangkit listrik fotovoltaik di lokasi yang mengurangi sekitar 15.000 ton emisi karbon per tahun. 

Selain teknologi canggih, Masdar juga berusaha memodernisasi terowongan angin lama barjeel yang mengalirkan angin ke pusat kota. Jalan-jalan sempit dan teduh di kota ini juga membantu menciptakan mikroklimat yang beberapa derajat lebih dingin daripada area sekitarnya, dan bangunan-bangunan dirancang untuk memaksimalkan naungan. 

Uni Emirat Arab menyebut Masdar City, yang berjarak sekitar 110 kilometer (68 mil) dari Dubai, sebagai model untuk pengembangan perkotaan berkelanjutan dan merupakan bagian inti dari tujuan jangka panjang negara tersebut untuk mendiversifikasi ekonominya dari minyak.

Harbin

Sementara kota-kota metropolis selatan China dilanda panas terik, kota utara Harbin muncul sebagai destinasi liburan musim panas yang sejuk. Dikenal karena musim dingin yang sangat dingin dengan suhu turun hingga -25°C, kota ini kini membawa festival es musim dinginnya ke bulan-bulan yang lebih panas. 

Harbin Ice and Snow World, taman tema musim dingin terbesar di dunia, memungkinkan wisatawan menjelajahi patung-patung es di fasilitas indoor yang luas. Teknologi pembuatan salju canggih di atraksi ini bahkan dapat membuat salju turun di luar ruangan meskipun suhu melebihi 20°C, menurut Xinhua. 

Kota ini menjadi contoh dampak ekonomi yang tidak merata akibat perubahan iklim, di mana daerah yang terkena gelombang panas yang semakin sering kehilangan pendapatan dari wisatawan. Pada bagian lain, wilayah yang lebih sejuk mendapat manfaat dari lonjakan pengunjung. Sebuah studi terhadap 280 kota di China menemukan bahwa setiap kenaikan suhu 1°C menyebabkan pendapatan pariwisata domestik turun 6%. 

Badan cuaca nasional China menyediakan panduan untuk 16 rute utama “pelarian panas”, sementara agen perjalanan online Fliggy dan Trip.com menjual paket ke destinasi yang lebih sejuk, termasuk Harbin dan padang rumput Inner Mongolia.

Sapporo

Sementara kelembapan musim panas yang tinggi melanda sebagian besar Jepang, Sapporo di pulau utara Hokkaido menjadi destinasi “Coolcation” yang semakin populer. 

Suhu lebih sejuk menawarkan jeda, tetapi strategi mitigasi panas paling unik Sapporo adalah memanfaatkan sumber daya terbesarnya: salju.

Kota ini telah menerapkan sistem, termasuk di taman seni Moerenuma yang terkenal dan mal-mal, yang melelehkan salju yang disimpan selama musim dingin dan menggunakan air dingin tersebut dalam sistem pendingin udara.

Kopenhagen

Sementara sebagian Eropa dilanda protes anti-turis, Kopenhagen memberikan insentif kepada pengunjung yang melakukan aksi ramah lingkungan.

Program CopenPay-nya menawarkan tur gratis dan diskon kepada wisatawan yang menggunakan kereta api ke kota dan tinggal lebih lama, sebagai upaya mengurangi emisi transportasi — yang menjadi penyebab dampak iklim terbesar di industri pariwisata. 

Upaya Copenhagen senilai 3 miliar kroner Denmark (sekitar US$468 juta) untuk membersihkan pelabuhannya juga mulai membuahkan hasil, dan kolam renang umum kota ini menjadi viral di media sosial. Pada Juli, kota ini membuka jalur renang air terbuka pertamanya — lintasan sepanjang 450 meter dengan pelampung dan tali yang membentang di atas pelabuhan.

Jauh dari tepian laut,   rencana Cloudburst Management kota telah menciptakan jejaring taman dan alun-alun publik yang menampung dan menyerap air hujan selama badai hebat. Ruang-ruang ini kemudian berfungsi sebagai pusat pendinginan alami, karena air dan vegetasi bekerja untuk menurunkan suhu.

Paris

Paris mengecewakan pengunjung saat menutup Menara Eiffel selama gelombang panas Juli lalu, dan suhu kembali melebihi 40°C pada Agustus.

Kota ini memerangi panas ekstrem dengan menciptakan lebih dari 800 ‘pulau sejuk’ – taman, hutan, kolam renang, dan museum – di sepanjang jalan bernaung untuk memberikan istirahat bagi wisatawan, serta menawarkan aplikasi interaktif Extrema yang mengarahkan pengguna ke ruang sejuk terdekat. 

Pemerintah Paris juga telah meluncurkan ‘oasis squares’ di seluruh 20 arrondissement di Paris, yang mencakup pohon-pohon, air mancur, dan gazebo bernaung, serta berencana mengganti sekitar 60.000 ruang parkir dengan pohon-pohon hingga tahun 2030.

Perubahan paling mencolok adalah izin berenang di Sungai Seine untuk pertama kalinya dalam satu abad, setelah perbaikin sistem saluran pembuangan senilai €1,4 miliar (US$1,6 miliar). Namun, kota ini menetapkan batasan: tiga lokasi berenang hanya dibuka antara 5 Juli dan 31 Agustus.

Singapura  

Pohon-pohon Supertrees ikonik Singapura menjadi daya tarik wisata utama, namun juga berperan penting sebagai ‘paru-paru hijau’ kota.

Struktur beton yang menjulang hingga 50 meter ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari kebun vertikal hingga penampung air hujan, sementara menara intake dan exhaust udara membantu mengontrol suhu di kompleks Gardens by the Bay yang luas. 

Selain objek wisata,  Singapura telah mengadopsi desain yang menggunakan trotoar berpori dan ruang hijau untuk menyerap air hujan dan menjaga kota tetap sejuk. 

Singapura juga menerapkan sistem Airbitat di ruang publik dan acara seperti Singapore Grand Prix, yang dirancang untuk 80% lebih efisien secara energi dibandingkan unit pendingin udara konvensional.

Phoenix  

Salah satu kota terpanas di Amerika Serikat, Phoenix, Arizona, telah menjadi pemimpin global dalam pendinginan perkotaan.  Program 'Cool Pavement'nya telah melapisi lebih dari 140 mil jalan dengan material berwarna terang yang memantulkan sinar matahari, yang dapat menurunkan suhu permukaan hingga 16 derajat Fahrenheit — memberikan kelegaan yang sangat dibutuhkan di kota yang tahun lalu mengalami 113 hari berturut-turut dengan suhu tertinggi mencapai setidaknya 100 derajat Fahrenheit.

Namun, ada satu kekurangan utama: penelitian menunjukkan bahwa lapisan reflektif tersebut dapat membuat orang yang berdiri di atas permukaan yang dilapisi merasa lebih panas. 

Phoenix juga mengarahkan wisatawan ke aktivitas yang lebih aman selama cuaca ekstrem panas dengan menutup jalur hiking tetapi memfasilitasi tubing dan kayaking di Sungai Salt. Kebun Botani Gurun menawarkan tur dengan senter setelah gelap, sementara puluhan kolam air umum menyediakan permainan air gratis hingga malam hari.

(bbn)

No more pages