Sepanjang tahun 2024, pertumbuhan indeks harga rumah seken di Bogor tercatat 3,1%-8,5% (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,5%-2,7% maupun Jabodetabek sebesar 1,2%-2,8% secara yoy.
"Namun, memasuki tahun 2025, pasar perumahan seken Bogor mengalami perlambatan. Periode Januari hingga Juli 2025, pertumbuhan harga rumah seken di Bogor terkontraksi berkisar antara -4,1% hingga +0,6%," sebutnya.
“Kontraksi harga ini membuka peluang bagi pencari hunian yang mengincar harga rumah lebih terjangkau di kawasan sekitar Jakarta, selain Bekasi, Tangerang dan Depok,” tambahnya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jabodetabek, Bogor masih menawarkan median harga rumah seken yang relatif paling terjangkau. Khususnya untuk rumah berukuran kecil hingga sedang.
Untuk rumah dengan luas hingga 60 meter persegi, harga median di Bogor berada di kisaran Rp500 juta, lebih rendah dibandingkan Depok yang mencapai Rp600 juta maupun Bekasi Rp575 juta.
Sedangkan untuk rumah berukuran 61 meter hingga 90 meter persegi, median harga di Bogor tercatat Rp890 juta, angka ini masih lebih murah dibandingkan Depok Rp940 juta dan Bekasi Rp970 juta.
"Preferensi harga pencari properti di wilayah Bogor umumnya cenderung berada pada segmen menengah hingga menengah-atas, terutama pada kisaran Rp1–3 miliar dan Rp400 juta–1 miliar," jelas Marisa.
(ain)































