Merespons tren elektrifikasi, Astra menyiapkan pilihan kendaraan yang lengkap mulai dari hybrid hingga battery electric vehicle (BEV). Saat ini, penetrasi EV masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota besar karena faktor infrastruktur dan daya beli. Sementara untuk daerah lain, Astra menawarkan alternatif hybrid yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Melihat kondisi ini, Astra menyiapkan produk yang lengkap, baik hybrid maupun BEV, sekaligus layanan yang menyertainya,” jelas Henry.
Selain portofolio produk, Astra juga memperkuat ekosistem pendukung, mulai dari pembiayaan, asuransi, layanan purna jual, hingga fasilitas trade-in. Ekosistem ini dinilai penting untuk menjaga nilai jual kembali kendaraan dan memberikan kemudahan bagi konsumen.
Sebelumnya, produsen mobil mewanti-wanti pemerintah terkait dengan dugaan praktik predatory pricing yang kini ditengarai banyak terjadi di sektor otomotif.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam bilang jika saat ini industri otomotif yang dirasa sudah cukup efisien ini masih membutuhkan dukungan pemerintah terkait praktik-praktik ini.
“Bagaimana industri kita itu diprotect dari praktik-praktik yang disebut dengan predatory pricing. Jadi itu kan persaingan yang nggak sehat,” kata Bob, Selasa (29/7/2025).
Bob mengatakan bahwa dengan penurunan harga dari pabrikan mobil tertentu akan membuat industri otomotif akan hancur.
“Baru nanti dia doang jadi pemain, jadi jangan sampai. Itu yang harus dijaga untuk regulator,” tambah Bob.
(ain)
































