Logo Bloomberg Technoz

“Kesepakatan ini sangat penting bagi kedua negara. Ini menegaskan komitmen kami di Indo-Pasifik dan menggarisbawahi upaya untuk meningkatkan keamanan, pertahanan, dan inovasi yang membuka lapangan kerja,” kata Sunak dalam keterangan tertulis.

Inggris menjadi negara Eropa pertama yang menandatangani perjanjian jenis itu dengan Jepang. Sebelumnya, Jepang sudah menyepakati kesepakatan serupa dengan Australia.

Baru-baru ini, pemerintah Jepang telah meloloskan anggaran pertahanan terbesar sejak Perang Dunia II. Jepang juga memperbarui kebijakan ketahanan nasional mereka dengan menyebut China sebagai “tantangan strategis”.

Dampak Perang Rusia-Ukraina

Jepang, yang dikenal sebagai negara pasif usai Perang Dunia II, meningkatkan kewaspadaan mereka akibat serangan Rusia ke Ukraina. Juga akibat meningginya tensi di Taiwan yang melibatkan China.

Beijing menuding Amerika Serikat (AS) dan sekutunya telah meningkatkan ketegangan dan risiko konflik dengan mencoba untuk membangun Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) versi Asia.

“(Pakta Inggris-Jepang) seharusnya tidak menyasar musuh imajinasi. China adalah mitra kerja sama bagi semua negara, bukan tantangan,” tegas Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Beberapa pekan sebelumnya, Inggris dan Italia sepakat untuk bekerja sama mengembangkan pesawat tempur generasi terbaru. Proyek serupa juga dilakukan dengan Jepang, targetnya membuat pesawat tempur generasi terbaru pada 2035.

Pada November 2020, Jepang juga membuat perjanjian resiprokal dengan Australia. Kedua negara sepakat menerjunkan personel militer untuk latihan dan misi kemanusiaan.

(aji)

No more pages