Suzuki Motor mendorong masuk ke pasar kendaraan listrik sekaligus mempertahankan dominasinya di India lewat rencana investasi ini, di tengah menyusutnya permintaan di Eropa maupun Jepang. India, yang merupakan pasar terbesar perusahaan berdasarkan pendapatan, kini juga berkembang sebagai pusat ekspor penting bagi bisnis kendaraan listriknya.
Suzuki Motor bersama Toshiba Corp. dan Denso Corp. juga telah memulai produksi baterai litium-ion di dalam negeri guna mengamankan rantai pasok untuk kendaraan hibrida di tengah meningkatnya hambatan perdagangan.
Produsen otomotif ini akan mengandalkan berbagai teknologi untuk menekan emisi, termasuk motor listrik, hibrida penuh, serta mesin berbahan bakar biogas terkompresi, kata Suzuki dalam acara tersebut.
India sendiri diperkirakan akan menempuh jalur elektrifikasi yang lebih lambat karena tingkat pendapatan yang lebih rendah dan risiko rantai pasok. “Adopsi massal kendaraan listrik membutuhkan keterjangkauan massal,” ujar Chairman Maruti Suzuki, R.C. Bhargava, kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, meski kalangan kaya India sudah membeli model dengan harga lebih tinggi, adopsi yang lebih luas baru akan terjadi setelah pendapatan tahunan masyarakat mendekati US$ 5.000 atau sekitar Rp81,39 juta.
(bbn)






























