Di sisi lain, pemecatan Cook juga dilihat sebagai ruang untuk kebijakan moneter longgar makin terbuka. Sebab itu tadi, Trump akan cenderung memilih sosok yang seirama dengannya.
“Setiap pilihan akan dipandang sebagai langkah untuk memuluskan keinginan Trump yaitu pelonggaran moneter. Bagi emas, itu artinya ada dukungan dari meningkatnya peluang penurunan suku bunga acuan,” kata Charu Chanana, Strategist di Saxo Capital Markets Pte, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah masih kuat menanjak atau malah terdepak?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kini mulai nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Akan tetapi, investor patut waspada karena indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, ada risiko harga emas bakal turun hari ini. Apalagi pasar tengah menantikan rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) pada akhir pekan ini. PCE adalah data yang menjadi preferensi The Fed dalam mengukur inflasi. Jadi, data ini bisa menentukan arah kebijakan moneter ke depan.
Target support terdekat ada di US$ 3.368/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 3.350/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.342/troy ons.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 3.438/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke arah US$ 3.493-3.548/troy ons.
(aji)


























